Bisakah Kau Mengartikan Maksud Janjimu?

don't ever be foolest thing...

Jangan kau mengucap janji padaku,

aku tak akan mempercayainya,

Maaf.

Saat kau bilang akan datang,

itu berarti kau tidak akan datang.

Saat kau bilang akan menuliskan sesuatu untukku,

maka kau benar-benar pergi tanpa berkata lagi.

Jangan ada lagi melepas janji,

aku akan menutupnya jika kau tak bisa melakukannya.

Saat kau bertanya dengan antusiasnya,

muncullah satu peluang aku menjadi yang terbodoh disini.

Apakah benar diantaranya ada rasa yang kuharap?

Dan memang nyata,

apa yang terjadi hanya mengisahkan kebodohan dari yang terbodoh.

Hanya saja sekarang aku tak akan mempercayai sebuah janji,

itu inti pentingnya.

Pertama kali aku mendengar sebuah janji,

Aku mulai bermimpi.

Kedua kali aku menerimanya,

Aku memang bahagia mendapatkan apa itu yang dijanjikan.

Ketiga kali aku menjumpainya,

Aku mulai ragu.

Ragu itu seperti mendung yang berujung tidak hujan,

Dinanti akan tetapi berpeluang untuk tak terjadi.

Keempat kali aku mendengar janji,

Ini sudah seperti ribuan kali aku mendengarnya.

Memang ku tak tahu dibalik harap yang tersirat dalam janji,

Aku hanya diam dan mengamati.

Janji yang kesekian kali itu kini terdengar begitu nista,

Karena harapan sudah menjadi pahit.

Mungkin saja tidak tersisa satu ruangpun bagi sang harapan.

Untuk apa sebenarnya berjanji?

Aku tak akan berlari dari sini,

Coba kau jelaskan padaku.

Aku sungguh akan mendengarkanmu.

Aku menanti,

Aku akan menunggu hingga kau bisa mengartikanya untukku.

Ah,

Bahkan kau tak akan berbicara lagi,

Setidaknya kau bisa menulisakan sesuatu, bukan?

Bukan, kau tak akan menulis apapun.

Aku mengerti,

Tidak ada arti penting dari sebuah janji.

Benar

Setidaknya aku tidak akan berpura-pura lagi,

Untuk mengerti bahwa janji akan selalu tertepati.

Bahwa janji akan selalu berujung pada pertemuan indah.

Aku masih bisa berubah pikiran,

Selama masih bisa menulis,

Selama masih bisa melihat,

Selama masih hidup.

Lalu,

Adakah yang bisa merubah pemikiranku ini?

Aku akan mengulurkan tanganku, gapailah.

Carilah, aku masih disini.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer