Sampai Jadi Debu – Banda Neira (lirik)

sampai jadi debu (lirik)

Sampai jadi debu Badai Tuan telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap pagi menjelang Kau di sampingku Ku aman ada bersama mu Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu Badai Puan telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap taufan menyerang Kau di sampingku Kau aman ada bersama ku By Banda Neira Sampai jadi debu Adalah sebuah lagu yang diawali dengan intro music yang panjang. Bukan malah membuat seseorang tidak sabar untuk mengganti

Continue Reading

Jalan Lurus

keep walking forward

Setelah menonton film romantic entah itu cerita dongeng ataupun kisah romansa dua sejoli dalam scenario film, aku semakin bertanya-tanya. Apakah semua kisah cinta berakhir bahagia? seperti yang diharapkan pula dikehidupan nyata? Semua orang berharap demikian. Tetapi naivnya kita akan terlihat saat menonton film yang ceritanya mudah ditebak dan berakhir bahagia. Seolah tidak mengerti bagaimana sulitnya menghadapi kesulitan-kesulitan tak terduga dalam menjalani kehidupan nyata. Kita selalu menuntut jalan cerita yang lebih runyam dan rumit untuk disuguhkan pada penonton. Semua itu tidak

Continue Reading

Berdamai dengan Kehilangan

I have a lil fish

Siapa yang tak mengetahui dengan kata kehilangan? Bahkan anak kecil saja sangat mengenal dengan kata tersebut. Hanya saja kadang kala hal itu menjadi samar. Aku pernah menjadi seorang yang bodoh, tak menyadari ada hal yang seharusnya ada. Aku pikir aku sedang memiliki, tetapi ternyata aku kehilangan. Sebaiknya aku berkata bahwa aku memiliki kehilangan. Seperti judul lagu dari grup band Letto, band yang sangat aku kagumi. Lirik lagunya menggugahku untuk mengerti tentang suatu pesan mendalam. Terutama dengan lagu ini, yang terasa

Continue Reading

Mendengar Hal paling manis

Hey, pick the call!

Ada yang bisa terdengar namun aku benar-benar tak bisa mengerti  apa maksudnya. Mungkinkah ada yang tertinggal dan terlupakan di masa lalu? Beberapa orang menceritakan tentang kebanggaan negerinya, di lain sisi ada yang memaki dirinya sendiri. Bagaimana menyadari kebodohan itu berteriak sekerasnya. Lantas suaranya semakin terdengar lebih nyaring dari suara biasanya. Namun tak jua kita beranjak dan mengerti. Apalagi memahaminya. Tentang suatu kecemasan yang ditutupi dengan kesombongannya atas ketidak mengertiannya. Apakah suara kegagalan lebih dominan ataukah imbang diangka yang sama? Aku belum

Continue Reading

Ketentraman di balik Belajar Agama

Can we?

Semenjak kuliah pada umumnya pelajaran agama hanya ada pada satu semester saja yang tidak lebih dari 6 bulan. Padahal kebutuhan tentang improv agama itu sangatlah penting. Sejak Taman kanak-kanak hingga SMA, tiap minggu selalu ada tambahan ilmu agamanya yang sering terupgrade. Ini mengisyaratkan ada hal yang hilang dari tiap minggu jika sudah menjadi mahasiswa. Padahal mencari ilmu terutama tentang bab keagamaan adalah suatu proses yang tidak boleh terhenti. Berlangsung dari bayi hingga meninggal nanti. Ini dikarenakan sifat manusia yang sering

Continue Reading

Pembelajaran tentang Penerimaan

Pembelajaran tentang Penerimaan

Hal yang mungkin terlupa adalah belajar tentang menerima. Walaupun ini sangat penting. Sebuah penerimaan ini menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bersosial. Tidak hanya kesenangan saja dalam hidup, melainkan kesusahan juga perlu diberikan ruang. Jangan hanya siap menerima kesenangan. Dunia mengalami pasang surut. Kita tidak bisa menghindarinya. Maka perlulah belajar menerima semua kenyataan itu. Hey pernahkah kalian disebut tidak sopan ataupun hal yang tidak mengenakkan lainnya untuk didengar? Padahal kalian sudah berusaha menjadi sosok yang waspada dan berperilaku

Continue Reading

Jika yang Tersembunyi Manis

To be honest i'm indiffrent

Sesuatu yang selalu ingin bersembunyi entah apakah itu? Ia benar-benar tak ingin ditemukan sekarang ini. Hal yang tak ingin aku singkap dan kupelajari dengan segera. Banyak sekali hal yang mempunyai arti lebih dari satu. Banyak yang membingungkan dan susah untuk diterjemahkan oleh akal manusia. Bagaimana seseorang akan bisa menemukannya adalah masalah takdir tersendiri, bisa juga memang belum waktunya untuk mengetahui rahasiaNya. Sebagaimana apa yang waktu perbuat pada diri kita. Ia membuat seseorang menjadi tambah gemuk atau kurus dengan pengulangan-pengulangan kebiasaan.

Continue Reading

Satu Langit

Move to another side

“Aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini. Ajarkan aku tuk dapat ungkapkan rasa”. Dua kalimat dalam lirik lagu Geisha yang merupakan bagian dari soundtrack film “Single” cukup menyentuh para single. Tentang bait expectasi yang menggagalkan ide. Keputus asaan yang diputus sesegera mungkin. Tetapi ada banyak cara untuk meluruskan expectasinya kembali. Ada kekuatan dibalik mimpi-mimpi yang belum terwujud itu. Hidup dalam expectasi seperti berjudi saja, apa yang diharapkan belum tentu terhalalkan. Aku bermimpi tentang kekasih yang diputus karena kematian.

Continue Reading

Mencari Potongan Ujung Selotip

Don't hide, please!

Aku tak percaya bahwa aku masih mencari arti lamanya menunggu dan meniadakan kenangan. Kadang kala aku tak menyadari telah memupuk kenangan hingga subur dan kini berbuah yang tak kalah manis rasanya. Sempat di kala raga genap menyadari kesadaran yang harus segera menaiki tangga masa depan, aku sadar telah memaksa mematikan kenangan. Tapi aku tak tahu maksudnya. Ini seperti dipenuhi nafsu keinginan saja. Seperti bodoh merajai rasa. Romantisme menurut siapa yang bilang kalo takdir selalu romantic? Romantic hanya saat takdir dirasa

Continue Reading

Kopi Hitam Mbah Kakung

How Cool i am

Aku tidak punya versi cerita detil tentang secangkir kopi. Apalagi memfilosofikannya menjadi sebuah tulisan menginspirasi. Sangat tidak mengerti jenis-jenis kopi dan cara  terbaik untuk menikmatinya. Tapi aku hanya ingin bernostalgia dengan kopi. Waktu kecil aku sangat suka dengan kopi, terutama kopi hitam plus gula. Hingga 10 tahun terakhir aku tak minum kopi sama sekali. Aroma kopi hitam memang terasa lebih asik bagiku walau sebenarnya tidak tahu mana yang paling asik. Padahal kebanyakan penikmat kopi hitam adalah kakek-kakek. Tak peduli mirip selera kakek-kakek atau apalah, aku tak perlu ambil pusing, yang penting

Continue Reading

Site Footer